Panji Semerang (1961)

- Directed by
- Omar Rojik
- Genre
- drama
- Country
- Singapore
- Runtime
- 2h

The catalogue in 3D
The film shelves have a room of their own that you can walk around in. The cat behind the counter is the AI Catbot, and they pick real films from the same catalogue when you tell them what you feel like watching. Nothing is for sale, here or in there. Go in from here and this film is already out on the counter, with more like it waiting on the shelf next to it.
How it feels
This film is based on a classic Javanese legend. A princess is banished from her kingdom and must disguise herself as a commoner. She goes on a long journey to prove her loyalty and reunite with her true love.
epicromanticmelancholictenderdeterminedtraditionalpatientgracefuladventurous
What happens
Galuh Candrakirana atau Dewi Galuh Candrakirana adalah salah satu tokoh utama dalam cerita Panji, yang merupakan hasil sastra tradisional dari kerajaan Kadiri (Daha) dan menjadi sumber cerita dalam pertunjukan wayang kulit dan wayang wong dan berkembang secara luas di Jawa, Bali, hingga Asia Tenggara, Kamboja dan Thailand. Candrakirana digambarkan sebagai putri kerajaan Kadiri yang terkenal karena kecantikannya, kecerdasannya, dan budi pekertinya yang halus. Dalam banyak versi cerita, Galuh Candrakirana adalah tunangan atau pasangan dari Raden Panji Inukertapati (Asmarabangun), pangeran dari kerajaan Janggala (Kahuripan). Kisah percintaan mereka dipenuhi dengan banyak rintangan, penyamaran, pencarian panjang, serta ujian kesetiaan. Dalam lakon-lakon Panji, Galuh Candrakirana kerap tampil sebagai sosok yang tabah dan berani. Meskipun seorang putri, ia harus melakukan perjalanan karena diusir dari kerajaan ayahnya di Kadiri, dan menyamar sebagai rakyat jelata dengan nama Dewi Sekartaji atau Panji Semirang, yang berjuang demi mempertahankan kehormatan dan cintanya kepada Raden Panji. Tokoh ini juga melambangkan kesempurnaan seorang wanita ideal dalam budaya Jawa: anggun, setia, cerdas, dan memiliki keteguhan hati. Cerita tentang Galuh Candrakirana tidak hanya hadir dalam sastra Jawa kuno, tetapi juga menjadi dasar berbagai seni pertunjukan lain seperti wayang gedog, tari-tarian Panji, dan tembang tradisional. Sosoknya memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya Jawa, sekaligus menjadi simbol cinta sejati dan pengabdian yang melampaui batas waktu. (from Wikipedia, CC BY-SA)
More like this
Puteri Gunong Ledang (1961)
Indera Bangsawan (1961)
Sumpah Wanita (1960)
Antara Dua Darjat (1960)
Seniman Bujang Lapok (1961)
Lela Satria (1961)
Melati di Balik Terali (1961)
Matahari- More like this film, on a shelf you can walk up to.It's the lit case on the top shelf.