Si Pintjang

- Country
- Indonesia
How it feels
A black-and-white film from 1951 made for Indonesian children. It tells a story meant to inspire love for the country and support children's development. The film was shown at festivals and in Czech cities.
old-fashionedblack-and-whitepatrioticeducationalearnestslow-pacedsimpledated
What happens
Si Pintjang (ER, EYD: Si Pincang, Ceko: Mrzáček) merupakan film hitam putih anak-anak bertemakan semangat nasionalisme yang tinggi pada tahun 1951 yang disutradarai oleh Kotot Sukardi. Ia merupakan seorang sutradara senior dari Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang merupakan organisasi kebudayaan beraliran kiri yang merupakan anak organisasi dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Film Si Pintjang merupakan pelopor film untuk anak-anak pertama yang diproduksi oleh Perusahaan Film Negara yang kini dikenal sebagai Produksi Film Negara (PFN) guna memenuhi kebutuhan tontonan anak dalam membantu tumbuh kembang jiwa dan pikiran mereka. Film Si Pintjang juga merupakan film hitam putih anak-anak pertama Indonesia yang diikutsertakan dalam festival film pekerja atau cs:Filmový festival pracujících yang kini dikenal sebagai Festival Film Internasional Karlovy Vary di kota Karlovy Vary (Jerman:Karlsbad), negara Cekoslowakia pada tahun 1952 yang kala itu masih menjadi Negara Komunis. Selain di pertunjukkan di Festival Film Internasional Karlovy Vary, film Si Pintjang juga ditayangkan diberbagai kota di Ceko seperti Hradec Kralove, Kladno, Pardubice, dan kota lainnya. Saat ini film Si Pintjang menjadi salah satu film anak-anak buatan tokoh LEKRA yang selamat dan dapat diperoleh di Pusat Perfilman Perpustakaan Nasional Indonesia. Dalam film tersebut Kotot Sukardi memberikan kebebasan berekspresi bagi anak-anak telantar sebagai penggambaran dari sebagian ribuan watak anak-anak. Dalam upaya memberikan gambaran tersebut, Kotot Sukardi memilih anak-anak tersebut sebagai pemeran utama yang diharapkan seluruh adegan dalam film tersebut dapat ditangkap oleh akal dan jiwa anak-anak sebagai penontonnya. Oleh karena itu pada tahun 1950 Kotot Sukardi membuat sebuah perkumpulan anak-anak bernama Barisan "P" yang artinya Barisan Pengharapan di Kota Yogyakarta. Anak-anak yang di dalam kehidupan nyatanya berupa anak gelandangan seperti tukang copet dan pengemis sebelumnya dilatih bermain sandiwara dalam pembuatan film Si Pintjang tersebut sehingga lebih sesuai dengan kondisi rakyat Indonesia saat itu. Cerita utama film Si Pintjang menceritakan mengenai kehidupan anak-anak yang hidup sebagai korban dalam masa pendudukan Jepang. Peperangan yang terjadi saat masa pendudukan Jepang tersebut mengakibatkan terpisahnya mereka dengan saudara dan orang tua kandung mereka. Film hitam putih anak-anak Si Pintjang ini kemudian dibuat film ulang dengan judul yang sama yaitu Si Pincang pada tahun 1979 masih bekerja sama dengan Perusahaan Film Negara dengan jalan cerita yang berbeda oleh sutradara Kadirman. (from Wikipedia, CC BY-SA)
More like this
- Djiwa Pemuda (1951)
- Arriany
- Fajar Menyingsing (1975)
- Lagi-Lagi Krisis
- Anak Bintang (1974)
- Selamat Berdjuang, Masku! (1951)
- Love Reborn: Comics, Music & Stories of the Past (2018)
- Melody Cinta Rhoma Irama
Browse movies and series
press Enter to search by title, your filters still apply · for something by mood, tap Discover
Lists: Korean thrillers worth the evening · Anime films beyond Studio Ghibli · Slow films for a rainy night · Horror that unsettles instead of startling · Series you can finish in a weekend · Nordic crime worth the subtitles · Good films that end in under 90 minutes · Documentaries that play like thrillers
Loading movies…