Senggol-Senggolan (1980)

- Directed by
- Danu Umbara
- Genre
- drama, music, family
- Country
- Indonesia
- Runtime
- 1h 31m
- Elsewhere
- IMDb

The catalogue in 3D
The film shelves have a room of their own that you can walk around in. The cat behind the counter is the AI Catbot, and they pick real films from the same catalogue when you tell them what you feel like watching. Nothing is for sale, here or in there. Go in from here and this film is already out on the counter, with more like it waiting on the shelf next to it.
How it feels
A young woman and her younger brother lose both parents and their home. They travel to Jakarta to find a promoter who once admired her singing talent. After getting separated, she finds success as a singer and a new romance while searching for her lost brother.
lightheartedsentimentalbittersweethopefulearthymusicalmelodramaticfamily-centric
What happens
Senggol-Senggolan adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1980 yang disutradarai oleh Danu Umbara. Elvi (Elvy Sukaesih) dan adiknya Adi (David R. Purba) sudah lama ditinggal ibunya. Ayahnya meninggal karena kecelakaan akibat terguncang oleh kenakalan Adi. Elvi dan Adi harus mengembalikan rumah tinggalnya ke pabrik tempat ayahnya bekerja. Mereka pergi ke Jakarta untuk mencari alamat Johny (Dorman Borisman), promotor pertunjukan yang pernah mengagumi bakat Elvi saat mengadakan pentas di desanya. Sesampai di Jakarta Elvi dan Adi terpisah. Adi mencoba hidup sendiri mirip gelandangan, sementara Elvi kebetulan berjumpa dengan Johny. Ia lalu diperkenalkan pada produsernya, Dicky (Robby Sugara) yang tengah bingung menghadapi penyanyi sakit, padahal sudah harus pentas. Elvi mengganti posisi tersebut dan berhasil sukses, berlanjut dengan rekaman. Dicky mulai menaruh hati dan mengajak kawin. Elvi minta ditunda dulu sampai ketemu adiknya. Sebenarnya mereka sering bertemu, karena Adi bersahabat dengan sopir Dicky sejak Adi tertabrak mobil dan membawanya ke rumah sakit. Pencarian sukar dilakukan, sampai Johny menemukan foto Adi saat pentas di desa. Dicky minta sopirnya untuk menggandakan foto untuk memudahkan pencarian. Sang sopir langsung membawa Elvi dan Dicky ke rumah sakit, ternyata saat persiapan operasi, Adi melarikan diri dengan mata terbalut karena takut tidak bisa membayar biaya rumah sakit. Adi masuk lift yang membawanya ke atas, dan keluar di atap rumah sakit, sampai hampir jatuh ke bawah. Untung Dicky berhasil menyelamatkan.Senggol-Senggolan (from Wikipedia, CC BY-SA)
More like this
Seindah Rembulan (1980)
Yang Kembali Bersemi (1980)
Sekuntum Duri (1980)
Anak-Anak Tak Beribu (1980)
Selamat Tinggal Masa Remaja (1980)
Kabut Sutra Ungu (1980)
Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1980)
Irama Cinta (1980)- More like this film, on a shelf you can walk up to.It's the lit case on the top shelf.