Underplayed Gems

Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990)

Nanti Kapan-Kapan Sayang poster
Directed by
Asrul Sani
Country
Indonesia
The 3D catalogue: film cases on wooden shelves, with the cat sitting at the counter next to its greeting.

The catalogue in 3D

The film shelves have a room of their own that you can walk around in. The cat behind the counter is the AI Catbot, and they pick real films from the same catalogue when you tell them what you feel like watching. Nothing is for sale, here or in there. Go in from here and this film is already out on the counter, with more like it waiting on the shelf next to it.

More films like this

How it feels

A busy married couple keep postponing having children because of their careers. Their separate work lives and jealousy cause problems. A friend's advice only makes things worse.

lightromanticplayfulmildly tensedomesticcomedicnostalgic

What happens

Nanti Kapan-Kapan Sayang adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1990 yang disutradarai oleh Asrul Sani. Dami (Eva Rosdiana Dewi) dan Dodi (Dwi Yan) sama-sama sibuk dengan kariernya, hingga tak sempat memikirkan untuk punya keturunan. Kehidupan rumah tangga mereka tenteram, karena mereka jarang bertemu. Dami sibuk sebagai pemandu wisata dan Dodi pengawas agen rokok di berbagai daerah. Soal anak, mereka selalu berkata "nanti kapan-kapan sayang". Hal ini berbeda dengan pasangan Rini (Dewi Yull), sahabat Dami, yang sejak menikah dengan Remi (Roni Tripoli) meninggalkan pekerjaannya sebagai pemandu wisata dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Masalah muncul ketika ada pria lain mengikuti Dami, sementara Dodi dianggap ada main dengan gadis lain. Dua-duanya saling cemburu. Dalam memecahkan masalah ini Rini berperan dengan usul-usulnya yang ternyata malah membuat tambah kacau.Nanti Kapan-Kapan Sayang (from Wikipedia, CC BY-SA)

More like this

This page is from Underplayed Gems. Not quite it? You can browse by genre, country and year, or take this one into the 3D catalogue and ask the Catbot for something closer.